Dalam firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 36 yang berbunyi :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan kalian sembahlah Allah SWT dan jangan kalian sekutukan Ia dengan apa pun, dan dengan bersikap baik kepada kedua orang tua.”

Kita dapat menarik kesimpulan bahwa Allah SWT memerintahkan hambanya untuk menyembahnya dan jangan menyekutukannya. Allah SWT juga memerintahkan hambanya untuk bersikap baik kepada orang tua. Hal ini seperti yang dapat kita pelajari dari cintanya seorang Chairul Tanjung kepada sang ibu. Chairul Tanjung sering kali menyampaikan bahwa sang ibu merupakan segala baginya dan berkat ibunyalah seorang Chairul Tanjung bisa menjadi orang yang sukses. Hal tersebut tentu bukan hanya kata – kata.

Suatu ketika saat Chairul Tanjung mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran, Chairul Tanjung menghampiri sang ibu dan mempersembahkan gelar tersebut untuk ibunya. Chairul Tanjung pun pernah mempersembahkan sebuah masjid yang bernama Masjid Agung Trans Studio untuk sang ibunda.

Dari semua itu Chairul Tanjung pernah memiliki kisah mengharukan dengan almarhumah ibu, saat menunaikan ibadah haji pada 1996. Saat itu sang ibu meminta untuk naik haji, akan tetapi Chairul Tanjung belum siap mental untuk menunaikan ibadah tersebut. Setelah tiba di tanah suci, Chairul Tanjung justru khusyuk dalam menjalankan ibadah disana bersama sang ibu.

Selain menjalankan ibadah haji Chairul Tanjung bersama sang ibu juga menjalankan ibadah umrah. Saat perjalanan menggunakan bus dari Madinah ke Mekkah, dengan KH. Zainuddin MZ., berceramah yang berisikan kisah Salman Al Farisi yang menggendong ibunya yang tak bisa berjalan hingga kulit punggungnya melepuh dan mengelupas. Ceramah yang di dengan bus dari Madinah ke Mekkah, dengan KH. Zainuddin MZ., berceramah di dalamnya membuat hatinya terenyuh dan meneteskan air mata. Seperti isi ungkapan Chairul Tanjung yaitu “Hati saya benar-benar tersayat dan terenyuh memaknai cerita tersebut, sehingga sepanjang perjalanan dari Madinah ke Mekkah, saya tak kuat menahan air mata”.

Dari cerita diatas kita dapat belajar bahwa walaupun kita sudah sukses terkenal atau apapun itu, tetaplah mencintai dan menyayangi orang tua seperti yang dicontohkan Chairul Tanjung si anak singkong.

Belajar ngaji? di Maungaji.co.id aja 😇

Leave a Reply

%d bloggers like this: