{"id":247,"date":"2020-03-22T14:34:29","date_gmt":"2020-03-22T14:34:29","guid":{"rendered":"https:\/\/maungaji.co.id\/artikel\/?p=247"},"modified":"2020-03-22T14:34:37","modified_gmt":"2020-03-22T14:34:37","slug":"kisah-isra-miraj-langit-cemburu-pada-bumi-lalu-merayu-allah-agar-dikunjungi-nabi-muhammad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/2020\/03\/22\/kisah-isra-miraj-langit-cemburu-pada-bumi-lalu-merayu-allah-agar-dikunjungi-nabi-muhammad\/","title":{"rendered":"Kisah Isra Miraj: Langit Cemburu pada Bumi lalu Merayu Allah agar Dikunjungi Nabi Muhammad"},"content":{"rendered":"\n<p>Isra Miraj\u00a0merupakan satu di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW, sekaligus sebagai bukti kenabian dan kerasulan beliau. Isra Miraj sendiri dimengerti sebagai perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram yang ada di Mekah ke Masjid al-Aqsha (Baitul Maqdis).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menunggangi\u00a0Buraq\u00a0dan ditemani malaikat Jibril, Nabi Muhammad naik ke langit hingga lapis ketujuh, yaitu\u00a0<em>Sidratul Muntaha<\/em>. Ini dilakukan dalam waktu satu malam, tepatnya pada Senin\u00a0 27 Rajab tahun 621 M.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai catatan, Isra Miraj terjadi setahun sebelum beliau\nhijrah dari Mekkah ke Madinah. Dalam peristiwa fenomenal ini, dikisahkan bahwa\nRasulullah SAW bertemu dengan para Nabi pendahulunya, sekaligus mendapatkan\nwahyu berupa perintah melaksanakan shalat lima waktu. Perjalanan tersebut\ndiawali dengan melakukan perjalanan dari Mekkah ke Madinah yang dikenal dengan\nistilah Isra, kemudian dilanjutkan perjalanan ke langit sampai pada langit\nketujuh yang dikenal dengan istilah Miraj.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, tidak saja sebatas perjalan Sang Nabi dalam\ntempo semalaman\u2013dari Mekkah ke Baitul Maqdis kemudian ke langit sampai ke\nlangit ketujuh\u2013, tetapi peristiwa Isra Miraj juga melibatkan \u201cdialog\u201d antara\nlangit dan bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, ada sebuah kisah atau penjelasan lain, bahwasanya dalam\nperistiwa tersebut juga terjadi dialog antara langit dan bumi yang mengklaim\npaling mulia, sehingga berharap agar dikunjungi oleh ciptaan Allah SWT yang\npaling mulia pula, yaitu Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n\n\n\n<p>Dialog antara langit dan bumi ini, seperti dikatakan oleh\nSyekh Utsman Ibn Hasan al-Khoubawy dalam kitabnya&nbsp;<em>Durrotun Nasihin<\/em>,\nmerupakan musabab terjadinya Miraj Nabi SAW. Dalam kitab tersebut dijelaskan\ndialog antara langit dan bumi yang saling mengklaim paling mulia sebagaimana\nberikut:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Aku lebih baik darimu (langit), karena Allah SWT telah\nmenghiasiku dengan hamparan pulau, lautan, sungai, pepohonan, pegunungan dan\nlain sebagainya,<\/em>\u201d kata Bumi<em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Maka, berkatalah langit, \u201c<em>aku lebih baik darimu (bumi),\nkarena matahari, bulan, bintang, falaq (garis edar), buruj (gugusan bintang),\narsy (singgasana-Nya), kursy (kekuasaan-Nya) dan surga berada padaku.<\/em>\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Seolah tak mau kalah, Bumi kemudian membalas, \u201c<em>dan padaku\nada Baitullah (Ka\u2019bah) yang selalu diziarahi dan digunakan untuk melaksanakan\nibadah thawaf oleh seluruh para Nabi dan Rasul, ulama, ahli hukum, para\npembesar dan orang-orang yang beriman.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sejurus kemudian, Langit berkata, \u201cdan padaku ada&nbsp;<em>Baitil\nMa\u2019mur<\/em>, yang digunakan thawaf oleh seluruh malaikat, dan padaku ada surga\nyang menjadi tempat para arwah Nabi dan Rasul, ulama yang mengamalkan ilmunya,\npara hukama, para pembesar dan orang-orang saleh.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Maka bumi pun menjawab,&nbsp;<em>\u201csesungguhnya pemimpin para\nRasul dan penutup para Nabi, kekasih rabbil alamin berada padaku, dan syari\u2019atnya\nberjalan di atasku.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika mendengar jawaban tersebut, Langit terdiam dan tidak\nmampu menjawab. Ia lantas mengadu kepada Allah SWT, \u201c<em>Ya Allah, Engkau Maha\nmengijabah doa hamba yang butuh ketika berdoa, kini aku tak mampu menjawab\nbumi. Maka aku mohon agar Engkau sudi menaikkan Nabi Muhammad SAW padaku,\nsehingga aku bisa berbangga kepada bumi dengan Mi\u2019rajnya Nabi SAW.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Allah SWT kemudian mengabulkan permintaan langit dan\nmemberikan wahyu kepada malaikat Jibril, tertanggal malam 27 Rajab. Allah SWT\nmemerintahkan kepada malaikat Jibril, \u201c<em>wahai Jibril, bawalah padaku Nabi\nMuhammad SAW.<\/em>\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Jibril lalu bergegas bersama Mikail ke Surga. Sewaktu tiba\ndi surga, keduanya melihat 40.000 Buraq sedang memakan rumput surga, tetapi\nJibril dan Mikail melihat satu Buraq yang selalu menundukkan kepalanya dan\nmenangis dengan air mata yang deras.<\/p>\n\n\n\n<p>Malaikat Jibril kemudian bertanya kepada Buraq tersebut, \u201c<em>wahai\nBuraq, ada apa denganmu<\/em>?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWahai Jibril, aku telah mendengar seorang hamba yang\nbernama Muhammad SAW selama 40.000 tahun. Entah mengapa aku jatuh cinta dan\nmerindukan pemilik nama ini. Sejak itulah, aku butuh makanan dan minuman karena\naku telah terbakar api kerinduan\u201d, terang Buraq.<\/p>\n\n\n\n<p>Jibril kemudian berkata, \u201c<em>aku akan mempertemukanmu dengan\norang yang kau rindukan tersebut.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Malaikat Jibril kemudian membawanya bertemu dengan Nabi\nMuhammad SAW, untuk melakukan perjalanan Isra\u2019 Mi\u2019raj dari bumi (Masjid\nal-Haram ke Masjid al-Aqsha) ke langit, hingga menembus&nbsp;<em>sidratul\nmuntaha<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu agung dan mulianya manusia yang bernama Muhammad SAW,\nsampai-sampai langit dan bumi-pun mengklaim paling mulia satu sama lain, semata\nagar dikunjungi oleh Rasulullah SAW. Bahkan, seperti dikabarkan riwayat di\natas, Buraq-pun telah merindukan berpuluh-puluh ribu tahun momentum tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, mari kita selalu mendengungkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW supaya, kelak, mendapatkan syafa\u2019atnya di akhirat dan selalu dijaga oleh Allah SWT.\u00a0<em>Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>  <strong><em><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.maungaji\">Silakan Klik Disini untuk Download Aplikasi Maungaji<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isra Miraj\u00a0merupakan satu di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW, sekaligus sebagai bukti kenabian dan kerasulan beliau. Isra Miraj sendiri dimengerti sebagai perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram yang ada di Mekah ke Masjid al-Aqsha (Baitul Maqdis). Dengan menunggangi\u00a0Buraq\u00a0dan ditemani malaikat Jibril, Nabi Muhammad naik ke langit hingga lapis ketujuh, yaitu\u00a0Sidratul Muntaha. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":248,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=247"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":249,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/247\/revisions\/249"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.iqralabs.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}